Perluasan Terminal Bandara Adisutjipto dimulai 2010
This entry was part of airport information, airlines, aircraft, airline ticket, flight information, garuda indonesia, lion air, air asia, mandala airlines, bandara spa, hotel village resort and is filed under Airport was posted on 2 January 2010Sponsored Links:
Pengelola Bandara Adi Sutjipto memastikan rencana pengembangan Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta akan terealisasi pada 2010. Pengembangan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas bandara, seiring terus meningkatnya jumlah penumpang setiap tahun.
Halendra, Manajer Operasional PT Angkasa Pura I cabang Bandara Adi Sutjipto, mengatakan, perusahaannya pengelola bandara telah menyiapkan dana cair sebesar Rp 160 miliar, yang dialokasikan untuk mengembangkan terminal penumpang.
Pengembangan terminal itu sudah pasti harus terealisasi pada 2010, karena terminal yang ada saat ini sudah overloaded. Dananya sudah siap, sekarang tinggal tunggu proses tender untuk menentukan siapa yang melaksanakan proyeknya.
Disebutkannya, dengan area seluas 7.800 meter persegi, terminal penumpang di bandara internasional itu idealnya, hanya melayani maksimal sebanyak satu juta penumpang per tahun. Tetapi saat ini, jumlah pergerakan penumpang di Adi Sutjipto terus mengalami peningkatan dan telah melebihi angka tiga juta orang penumpang per tahun.
Untuk menambah kapasitas, kita akan perluas area terminal menjadi 18.000 meter per segi. Meskipun dengan area seluas itu daya tampungnya hanya meningkat hingga sekitar 2,5 juta penumpang dan masih kurang jika jibandingkan dengan fakta yang ada, setidaknya ada proses peningkatan pelayanan yang bisa kita lakukan.
Menurut Halendra, tingginya pergerakan penumpang di Adi Sutjipto tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya pergerakan wisatawan dari dan menuju Kota Gudeg ini. Tetapi kondisi tersebut juga dipicu oleh masuknya penumpang dari kota-kota sekitar Jogja yang berada di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan Jawa Timur bagian barat. Kota-kota itu di antaranya adalah Solo, Purwokerto, Magelang dan Klaten, di wilayah Jawa Tengah, serta Ngawi, Madiun dan sekitarnya, yang masuk wilayah Jawa Timur.
Ditambahkannya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah menyetujui pengembangan tersebut dengan menggunakan kas perusahaan. Saat ini Angkasa Pura I tengah menyelesaikan feasibility study.
Dia menambahkan, selain terminal, pengembangan wilayah udara (air side) Bandara Adi Sucipto juga direncanakan untuk dilakukan pada 2010 dengan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Target utamanya adalah menambah panjang landasan pacu (runway) dari 2.200 meter menjadi 2.500 meter.
Related posts:
- Bandara Changi, Terbaik 2010
- Posko Natal dan Tahun Baru Bandara Adisutjipto
- Liburan Paskah, Penumpang Bandara Juanda Melonjak
- Hari Paskah, Penumpang Bandara Adisutjipto Normal
- Nyepi 2010, Bandara Ngurahrai Tutup






bagus …
teruskan dan perbesar hingga terminal luasnya mencapai 40.000 meter persegi seperti pernah tertulis di harian kompass
bagus….
itu yang lama diharapkan oleh banyak pihak
BAGUS DAN SEGERA REALISASIKAN….
BUAT BANDARA ADISUCIPTO TERMODERN, TERBESAR, TERPADAT PENUMPANGNYA DAN TERINTEGRASI LENGKAP DGN MODE TRANSPOTASI LAIN. TAMBAH PANJANG RUNWAY 300M KE TIMUR DAN 500M KE BARAT SEHINGGA BOEING 747 BISA MENDARAT. MOGA SEGERA DIREALISASI
Kalau hanya menjadi 2500m sepertinya tanggung, bagusnya beberapa ratus meter lagi jadi paling tidak 2700m, angka yang aman untuk Airbus A320 atau B737-800 untuk take off dengan full load.
Bagus ada pengembangan, syukur jadi ter-integrasi dg sarana angkutan lain seperti : kereta api maupun terminal bis. Dan yang utama, modern yg bisa jadi contoh bandara lain serta TETAP MEMBUMI…dengan ciri khas kota YOGYA. Diterminal kedatangan, tolong puterin gending-gending Jawa, kurangi papan reklame. Pokoke, bisa menunjukkan kesan inilah wajah JOGJA,,modern berbasis tradisi
Well, bandara akan diperluas. Tp dg 1 syarat jgn tnggung2. Runway hrus lbh dr 3000m.n terminal jg yg sangat luas.jadi jogja juga bisa jadi gerbang wisata internasional seperti Bali dan Jakarta.kalau emang udah tdk bisa di kmbangin hngga stndar internasional,mendingan dipindah ke Kulon Progo seperti wacana2 yg sudah ada.
Wow..sungguh brilliant…adisucipto akan d perluas..klo udh d perluas jgn lupa di kasih Garbarata sekalian ya biar nnti gg usah capek2 naek pesawat pke tangga lg…hehehhe Oya klo bandara adisucipto d perluas apakah pembangunan YIA(Yogayakarta Int’l Airport) yg d kulonprogo akan d tunda..cuz kta’a tahun ini bndara itu mw d studi kelayakn’a sma Ceko….
segera realisasikan pengembangan bandara adisutjipto,wujudkan dgn kerapian dan lingkungan yg bersih,tata pintu masuk bandara yang “APIK”, jauh dari penduduk,klu yang sekarang bandara adisutjipto msh kelihatan bukan bandara,karena tertutup dgn rumah penduduk yang msh bermukim.
Ide yg sangat bagus. Well, adisucipto akan diperluas. Dg catatan hrus memenuhi std intrnasional. Misal runway 3km lebih, garbarata, taxiway, dll. Tetapi jika memang tdk bisa, mending dipindah ke Kulon Progo saja dan buat yg terbaru, terbesar, termegah, dan terunik dg nuansa Jogja yg kental. Tentu wisatawan akan senang dan banyak airlines yg membuka rute ke Jogja.
waaahhhh………
gimana nih…tender nya kok gak kelar-kelar
siapa pemenangnya dan desainnya seperti apa ?
sebelum dibangun perlu dipamerkan dulu ke publik ,biar publik tahu,
lantai 1 untuk apa aja, lantai 2 untuk apa, ada lantai 3 gak?
terus karena luas dari timur ke barat sampai terowongan bawah rel itu ada flat escalatornya apa gak?
ingat uang 162 milyar bukan uang sedikit, jadi penggunaannya harus terencana matang……